setelah kesusahan, terbit kebahagiaan..
September 25th, 2008
Hal-hal yang gua khawatirin selama bekerja jadi waitress (dan gua rasa semua waitress pun merasakan hal yang sama) adalah apabila ketika mengantar makanan ke tamu, ternyata makanannya tumpah, atau ketika membawa piring yang berisi pesanan, kepeleset dan jatuh, salah antar makanan (in isih gua banget..hihihi) dan berbagai kekhawatiran-kekhawatiran lainnya..
Malam ini, seperti biasa, gua harus kerja paruh waktu di Restoran Surabaya.. Dan udah biasa juga kalau gua cewe satu-satunya yang kerja.
Gua harus mengantarkan dua dessert, yaitu Puding mangga dan Biji delima (nama makanan penutup di resto itu). Sebenernya tempat kedua dessert ini paling mengganggu bagi gua. Gelas dengan kaki setinggi kurang lebih 4 cm, dan di atas kaki tersebut adalah tempat pudingnya yang berbentuk kerucut. Total tinggi gelas itu kurang lebih 15 cm..
Sesampainya di meja C 5, dengan menebarkan senyum dan mengatakan “terima kasih sudah menunggu”, dan bertanya kepada tamu, “Biji delima?” yang maksudnya adalah siapa yang mesen menu tersebut, setelah salah satu tamu mengangkat tangannya, gua pun menyimpan Biji delima di depannya. Hal yang sama gua lakukan terhadap dessert Puding mangga dan ketika gua menyimpan tu puding di depan tamu, tau gaaa siiih apa yang terjadi, saudara-saudara?! Tiba-tiba tempatnya jatuh dan pudingnya tumpah ke meja.. gua terus-terusan minta maaf sambil mengelap meja..
Ga lupa gua juga minta maaf ke manejer gua. Dia memang orang yang baik, setiap gua ngelakuin salah, dia selalu bilang, “ga apa-apa” sambil senyum. Malah kadang dia yang bantuin ngeberesin kesalahan gua itu (sebagai satu contoh, gua pernah numpahin air 1 teko di dapur bersih, gua langsung minta maaf sambil ngelapin itu air, trs dia malah ikutan ngelap sambil bilang, “ini bahaya, soalnya kabel”). Nah, malam itu selain kata “ga apa-apa” dia cuma nanya, “Tapi ga kena tamu nya kan?”
Malam itu tamu ga hanya di C 5 tentunya.. Kalau kayak gini, biarlah tamu lain ga perlu tau kejadian yang gua lakuin di C 5 tadi.. Gua tetep senyum dan ramah ke semua tamu, termasuk tamu E5, sepasang cewe cowo yang pesan menunya sedikit-sedikit tapi sering. Kata temen kerja gua di malam itu sih, itu trik tamu supaya bisa lama di restoran.. yah, apapun lah namanya, yang pasti gua harus menebarkan aura keramahan gua ke semua tamu.
Mh, jam pulang sebentar lagi..tamu pun satu per satu pulang. termasuk tamu E 5. Setelah manejer gua bersihin meja, dia ngebacain selembaran “kesan-kesan tamu terhadap restoran”, isinya kurang lebih begini, “tadi kami dilayani pelayan cewe, kesannya sangat menyenangkan, kapan-kapan ke sini lagi”, terus manejer gua melanjutkan, “ini maksudnya icha” … waaahhh senang sekaliiii!!!
moral : Kejadian di C 5 tadi ga gua pikirin terus-terusan, cukup gua jadikan pelajaran. Istilahnya, kalau dipikir terus, yang ada bete, ngerasa bersalah, dan semua hal yang negatif. setiap selesai satu masalah, jangan fokus ke masalah itu aja, hadapin kejadian baru dengan awal yang baik. (Ini pun gua masih belajar, untuk masalah yang besar dan berat, terkadang gua suka ngeliat ke belakang tanpa memikirkan di depan masih banyak hal-hal lain membawa dampak positif..)
Entry Filed under: Uncategorized
1 Comment Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
nonadita | September 26th, 2008 at 9:38 am
duwh.. icha! seneng atuh bisa kek gitu, pengalaman berkomunikasi sama konsumennya makin bervariasi…..
eneng, di ditu sok tarawih teu? aya?